Entrepreuner Llibrarian

Minggu, 25 September 2011

Hari Kunjung Perpustakaan

14 September Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar membaca, bagi YPPI mempunyai arti khusus, dimana langkah langkah kecil yang sudah dijalani serasa masih panjang jalan membentang. Indonesia Cerdas harus terwujud, dengan semangat kita semua bahwa kita adalah Negera yang hebat. Maka tidak ada kata tidak mungkin Indonesia akan menjadi Negara Yang Adil Makmur Sejahtera, Gemah Ripah Lohjinawi kalau masyarakat dan anak bangsa memiliki martabat, Budaya dan kecerdasan, Perpustakaan memiliki peran besar untuk mewujudkan itu.

YPPI memiliki beberapa agenda dalam moment tersebut, dimulai hari Senin 12 Sep tim mengunjungi beberapa perpustakaan dan TBM diwilayah Jawa Tengah dan Yogja, berbagai pengalaman dan berbagi buku. Akan kembali ke Surabaya tgl 14, diteruskan ke Pangkal Pinang tgl 16-18 menghadiri sekaligus berperan aktif dalam layanan Mobil Perpustakaan keliling di wilayah Pangkal Pinang dan Koba. Tanggal 16 bersama Perpustakaan Kota Surabaya mengadakan kenferensi Perpustakaan bersama corparate diwilayah Surabaya bertempat di Perpustakaan kota Jl Rungkut Asri Surabaya. Tanggal 14-15 kunjungan ke Wonosobo, Bojonegoro bersama Perpusnas dalam rangka lomba Perpustakaan desa tingkat Nasional. Tanggal 23 - 24 di Trawas bersama 100 tokoh masyarakat berikrar untuk terus mengembangkan perpustakaan di wilayah Surabaya dan Pasuruan. Tanggal 23 di Semarang bersama Mahasiswa Jurusan Perpustakaan UNDIP mengadakan Talkshow "Strategi membangun Manajemen Perpustakaan Sekolah"

Bicara masalah Perpustakaan maka makna yang melekat adalah buku, informasi, yang akan dikemas menarik oleh petugas layanan sampai pada pemustaka (dalam bahasa UU 43 2007 tentang Perpustakaan). Kemasan ini akan berkompetisi dengan layanan informasi tingkat dunia, dimana google, facebook dan jejaring sosial lainnya memiliki kecepatan informasi yang luar biasa. Maka semangat terbarukan, inovasi dan kreatifitas adalah tuntutan untuk bisa menyuguhkan kemasan cantik menarik dan betul betul dibutuhkan masyarakat. Peran Pemerintah mulai Perpusnas, sampai pada tingkat Perpustakaan Desa bahkan tingkat RW memiliki kesatuan (bukan keseragaman) dalam menjalankan fungsinya membagikan informasi. Kemasan Perpustakaan tetap menjadi pilihan masyarakat mayoritas kelas bawah.

Penduduk Indonesia ditahun 2009 hampir mencapai 230 juta maka ada paling tidak 115 juta yang masih membutuhkan Perpustakaan sebagai tempat bergantung untuk mendapatkan buku dan pengetahuan untuk mencerdaskan diri dan keluarganya. Dan jumlah tersebut tersebar secara merata di seluruh wilayah Ind, anggap saja 115 juta sisanya adalah terbagi dalam kategori kelompok yang memeiliki kemampuan membeli buku, kelompok buta huruf, kelompok ileterasi, kelompok yang tak terjangkau, kelompok lain lain. Maka butuh 115 juta buku setidaknya untuk memenuhi kebutuhan kelompok yang harus dicerdasakan. Berapa anggaran untuk menyerap kebutuhan buku tersebut kalau rata rata harga buku 25 ribu maka kebutuhan dana adalah 2.875.000.000.000,- deretan angka yang kita harus mulai berfikir serius. Kalau angka tersebut ternyata 1 buku 1 orang dalam satu tahun, kemungkinan bisa lebih. Jumlah dana Pendidikan 20% dari APBN boleh jadi mesti harus direalisasikan dengan implementasi yang benar dan konsep yang jelas dan berkesinambungan.

Aparat Pemerintah yang bertugas untuk bidang ini harus berani bekerja efisiensi demi Indonesia Cerdas, kalau pekerjaan bisa dilakukan dalam satu hari kenapa mesti 3 hari. Peran swasta dan masyarakat tentunya akan memiliki arti penting untuk mewujudkan cita cita ini. Menyadari betapa setiap rupiah memiliki makna yang berarti bagi masyarakat maka sistem dan aturan yang berlaku dalam setiap perjalanan dinas mesti ditinjau kembali, meanset birokrat dan jajarannya mesti dirubah menjadi pengabdi masyarakat dan bangga akan karya dan prestasi serta loyalitas kepada kepentingan masyarakat.

Maka Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca bukan sekedar momentum tanpa makna tapi realistis kita semua memiliki peran mewujudkan Indonesia cerdas. YPPI dalam perjanan di tahun ke 5 sudah memiliki data pengembangan perpustakaan di lebih dari 10 kota, 7 perguruan tinggi, 25 desa dan bebrapa lokasi lainnya yang telah dikembangkan. Dan YPPI akan terus melebarkan sayapnya dibeberapa wilayah lainnya. YPPI selalu berjejaring dengan berbagai lapisan masyarakat dan kompenen serta institusi yang terkait. CSR bagi YPPI adalah peluang untuk kontribusi dalam bidang pengembangan perpustakaan di Indonesia bersama swasta demi menjaga keharmonisan antara corporate, pemerintah dan masyarakat. Semoga apa yang telah dilakukan dan rencana kedepan benar2 terwujud INDONESIA CERDAS.

Tidak ada komentar: